Kamis, 16 Mei 2013

MAKALAH CARA MEMELIHARA AYAM SAYUR



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Di dalam meningkatkan penghasilan keluarga, banyak hal ataupun kegiatan yang ada dan bisa dilakukan dari mulai hal kecil yang dianggap kurang bermanfaat sampai pada hal – hal yang besar. Salah satu hal kecil yang kelihatannya kurang bermanfaat dan bisa menambah panghasilan keluarga adalah beternak ayam sayur.
Beternak ayam sayur dari dulu hingga sekarang diminati, disukai, dan diterima oleh banyak anggota masyarakat. Apalagi di masyarakat pedesaan yang kebanyakan penduduknya senang dengan yang namanya beternak, selain itu cara berkembang biak dan berpopulasinya juga baik untuk pertumbuhan hewan unggas.
Selain merupakan pekerjaan sampingan beternak ayam sayur juga memang sudah terbukti mempunyai banyak keuntungan dan juga bisa meningkatkan dan menambah penghasilan keluarga.

Untuk meningkatkan penghasilan keluarga dengan cara yang tidak terlalu sulit untuk dilaksanakan, hal ini menarik perhatian penulis untuk mempelajari seluk beluk beternak ayam dan manfaatnya bagi perekenomian keluarga terutama yang berkaitan dengan judul “ BETERNAK AYAM SAYUR DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGHASILAN KELUARGA DI DESA LIGUNG “
B.     Rumusan Masalah
Dalam hal ini penulis akan mencoba untuk membahas tentang “BETERNAK AYAM SAYUR DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGHASILAN KELUARGA DI DESA LIGUNG “ yaitu sebagai berikut :
1.      Bagaimana cara yang dilakukan untuk memelihara ayam sayur yang baik ?
2.      Apa tujuan dari beternak ayam sayur ?
3.      Bagaimanakah peranan beternak ayam sayur yang baik di dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarga di Desa Ligung ?
C.     Tujuan Penelitian
Pada dasarnya bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang tentunya mempunyai tujuan yang ingin dicapai, begitupun dengan penulisan karya ilmiah ini.
Untuk lebih jelasnya, penulisan karya ilmiah ini mempunyai tujuan yang ingin dicapainya, tujuannya adalah sebagai berikut :
1.      Penulis ingin mengetahui, bagaimanakah cara yang harus dilakukan untuk memelihara ayam sayur dengan baik ?
2.      Penulis ingin mengetahui, apa tujuan dari beternak ayam sayur ?
3.      Penulis ingin mengetahui, apa peranan dan manfaat dari beternak ayam sayur di Desa Ligung ?
D.    Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan penulis memiliki beberapa manfaat, antara lain :
Pertama, dapat meningkatkan penghasilan keluarga. Karena beternak ayam sayur bisa dijadikan pekerjaan sampingan selain pekerjaan pokok.
Kedua, untuk memanfaatkan waktu luang. Beternak ayam sayur adalah pekerjaan yang ringan, jadi bisa dilakukan kapan saja jika ada waktu luang.
Ketiga, tentu saja untuk melatih kita berwiraswasta. Apabila kita menjadi seorang wiraswasta yang sukses, tidak menutup kemungkinan kita akan membantu dalam mengurangi banyaknya pengangguran.
E.     Metode Penelitian
Penulis mengakui, sangat sulit untuk menyusun karya ilmiah ini karena keterbatassan yang dimiliki penulis, maka untuk mencapai data dan sumber yang actual dan jelas penulis menggunakan beberapa metode penelitian antara lain sebagai berikut :
1.      Observasi, yaitu penulis melakukan pengamatan ke lapangan untuk meneliti dan mempelajari hal – hal yang berkaitan dengan beternak ayam sayur dalam upaya meningkatkan penghasilan keluarga di Desa Ligung
2.      Wawancara, yaitu penulis bertanya kepada koresponden
3.      Study Kepustakaan, yaitu penulis mengumpulkan data dengan mencari sumber data dari buku – bukuperpustakaan terutama yang berkaitan dengan judul karya ilmiah ini.
BAB II
SUKSES BETERNAK AYAM SAYUR

A.    Beternak ayam sayur
Beternak ayam sayur adalah proses perkembangbiakan ayam yang dilakukan dengan cara memelihara ayam yang baik. Selain itu beternak ayam sayur juga bermanfaat dan dapat menghasilkan keuntungan bagi yang mmeliharanya, asal dengan cara yang baik dan tepat.
Sukses dalam beternak ayam sayur ini harus didasari oleh kemauan untuk mencoba mengikuti jejak para peternak ayam sayur yang telah maju. Karena di dalam pengerjaannya harus lebih teliti dan jeli dalam mengikutiperkembangan itik dalam usia dini, apabila dalam hal itu tidak memungkinkan maka akan terjadi kegagalan dalam memeliharanya atau menernaknya. Dan bila ingin mendapatkan hasil yang lebih baik kita harus betul – betul tahu bagaimana cara penetasan telur,apabila dimulai dari pengambilan telur, memilih telur sampai pada proses penetasan. Dan bila langsung dari anak ayamnya maka itu merupakan kerja yang agak lebih mudah dibandingkan dengan yang dimulai dari telur, karena apabila dari telur, berkemungkinan besar akan menetas dan tidak menetas sebagiannya. Jadi antara keuntungan dankerugian akan lebih besar kemungkinan rugi.
B.     Kondisi cuaca terhadap ayam sayur
Pada dasar pemeliharaan ayam sayur harus tepat pada waktu proses peternakan, agar jangka waktu antara ayam dan cuaca yang sedang berlangsung dapat menjadi kecocokan.
Apabila umur anak ayam masih dalam umur satu hari dari penetasan maka dapat menyesuaikan dengan cuaca, yaitu apabila cuaca dingin ataupun panas tetap saja harus tertutup selama 20 hari, dan sesudah 20 hari tutupnya dibuka, kemudian apabila cuaca panas ayam biasanya kepanasan dan diberikan semprotan dengan air, kemudian apabila cuaca dingin maka diusahakan dengan menyalakan lampu di ruangan itu dan agak didekatkan pada ayamnya tau dengan cara membakar arang pada tempat yang tidak bisa dijangkau oleh ayam, seperti pada kaleng bekas kue kemudian diberi bolongan pada pinggirnya dan digantung.
Jadi secara lebih jelasnya kondisi cuaca terhadap ayam sayur, baik musim dingin ( penghujan ) maupun musim panas tidak mempengaruhi.
v  Kondisi geografis Desa Ligung
Untuk luas desa Ligung secara keseluruhan adalah 367.664 Ha, yang terdiri dari tanah pedesaan, pesawahan, dan perkebunan. Itulah keadaan tanah Desa Ligung.
Adapun untuk letak geografisnya yaitu :
Ø  Sebelah timur berbatasan dengan Desa Bantarwaru dan Sukawera
Ø  Sebelah barat berbatasan dengan Desa Buntu dan Ligung Lor
Ø  Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Lewiliang Baru
Ø  Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Ligung Lor
BAB III
BETERNAK AYAM SAYUR DALAM UPAYA MENINGKATKAN
PENGHASILAN KELUARGA

A.    Cara memelihara ayam sayur yang baik
Suatu pekerjaan sampingan dapat dijadikan hal yang bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai suatu kegian yang bisa meningkatkan suatu penghasilan keluarga atau bahkan bisa saja menjadi suatu pekerjaan pokok dalam arti bahwa sesearang hanya mengandalkan pekerjaan sampingan saja mampu menjadikan hidupnya cukup.
Begitu pula dengan beternak ayam sayur tanpa kita mempelajarinya terlebih dahulu bagaimana cara beternak ayam sayur yang baik akan sulit bagi kita untuk melakukan bisnis.
Dengan adanya kegiatan yang seperti di atas maka dari hasil penelitian di lapangan, wawancara, dan study kepustakaan sebagai sumber data, maka di sini penulis telah mendapatkan beberapa keterangan tentang bagaimana cara beternak ayam sayur yang baik, seperti apa yang akan diuraikan di bawah ini :
1.      Cara memilih telur
Telur yang akan ditetaskan harus berasal dari induk yang dikawini oleh pejantan. Adapun caranya antara lain :
a.       Bentuk telur normal, yakni sedikit lonjong
b.      Berat telur 50 – 60 gram
c.       Kulit telur rata tak berpinggang
d.      Umur telur jangan lebih dari 7 hari
e.       Telur dipilih dari induk yang sehat
f.       Telur yang akan ditetaskan harus bersih
2.      Mesin penetas telur ayam
Mesin penetas telur ayam, peralatannya terdiri dari :
a.       Sebuah peti berukuran 60 x 60 x 35 cm. kerangka tersebut terbuat dari triplek. Dinding terdiri dari 2 lapis dengan jarak 3 cm. peti ini dilengkapi dengan rak telur terbuat dari kawat ram yang diletakkan 5 cm di atas dasar peti.
b.      Lubang ventilasi yang berguna untuk pernafasan embrio. 2 buah pada masing – masing dinding dan 5 buah pada bagian atas, diameter ventilasi adalah 1 cm.
c.       Sumber panas berasal dari 2 buah lampu pijar 25 watt dan 2 lampu menggunakan lampu semprong yang dapat dibesar-kecilkan.
d.      Bak air. Diletakkan di bawah rak telur yang berguna menjaga kelembabanudara ruang peti. Bak ini terbuat dari seng berukuran 30 x 30 x 2 cm.
e.       Sebuah thermometer untuk mengukur suhu dalam ruangan penetasan diletakkan di atas susunan telur.
3.      Menggunakan mesin tetas
  1. Persiapan
·         Mesin tetas sebelum dipakai perlu dicucihamakan dengan menyemprotkan air panas, jangan menggunakan bahan – bahan kimia.
·         Bak air diisi dengan air hangat kemudian ditutup dengan air dan kainnya dapat terendam.
·         Mesin tetas dicoba selama 24 jam untuk mendapatkan temperature yang stabil, sekitar 102 – 104 derajat F
  1. Pelaksanaan
Dalam proses pelaksanaan penetasan telur berlangsung, telus ayam akan mengalami perubahan dari mulai hari ke – 7 dari mulai dimasukkannya telur ke mesin penetas hingga menjelang menetas. Waktu yang dibutuhkan hingga menetas adalah sekitar 21 hari karena pada hari ke – 22 harinyaanak ayam dikeluarkan dan dipindahkan ke peti induk buatan.
  1. Perawatan setelah menetas
Sebagian besar peternak ayam banyak yang langsung membeli anak ayamnya saja yang baru menetas, karena pada prosesnya anak ayam tidak banyak kemungkinan mati. Dan bila anak ayam ( itik ) dibawa ke tempat penetasan, sesampainya di kandang itik yang sudah tersedia dan tertutup, agar tidak stress diberi cairan gula merah yaitu sejak itik itu dimasukkan ke kandang, bila waktu dating itiknya pagi maka sampai siang yaitu pada pukul 12.00 WIB. Kemudian sampai mencapai usia 1 minggu diusahakan kandang selalu hangat, serta makanan selalu tersedia dan pemberian vaksin yaitu pada hari ke – 4. hari ke – 14 kandang diperbesar dan makanan ditambah.
  1. Pemanenan
Pemanenan biasanya dilakukan pada umur ayam sayur 40 hari, selain itu penghitungan untuk memanen ayam sayur diperlukan ketepatan waktu panen dan cara memanennya. Pemanenan agar dapat berhasil harus memperhatikan hal penting yaitu :
Ø  Perlakuan sebelum panen, dilakukan setelah mengetahui informasi harga jual dan menghentikan pemberian obat – obatan. Agar kualitas panen baik hindari suasana gaduh ( ramai ) yang menyebabkan banyak bergerak dan akibatnya ayam streaa dan saling menabrak.
Ø  Perlakuan saat panen yaitu cara penangkapan dan pengangkutannya. Saat penangkapan unggas hendaknya dalam keadaan gelap, hal ini untuk menghindari stress. Pengangkutan hendaknya jangan terlalu banyak atau padat, sebab akan mengakibatkan unggas mati karena stress.
B.     Tujuan beternak ayam sayur
Beternak ayam sayur adalah suatu usaha wiraswasta yang tentunya mempunyai tujuan. Tjuan yang ingin penulis kemukakan seperti yang tercantum dalam judul karya ilmiah ini adalah untuk meningkatkan penghasilan keluarga.
Dalam keadaan perekonomian bangsa tidak stabil, perekonomian Bangsa Indonesia yang terpuruk setelah dilanda krisis moneter disusul krisis – krisis yang berkepanjangan membuat perekonomian Bangsa Indonesia labil. Masyarakat merasa resah karena harga – harga barang kebutuhan pokok semakin meningkat, banyak karyawan perusahaan di-PHK, sehingga meningkatnya angka pengangguran. Kalau dalam keadaan seperti ini kita selalu berpikir negatip akan membuat kita putus asa. Tapi kalau kita selalu berpikir positip dan bisa mengambil hikmahnya maka kita akan selalu sadar dan mampu mengatasi masalah ini dengan cara positip dan bermanfaat.
Wiraswasta adalah suatu usaha dan cara yang positip untuk mengatasi dan mempertahankan hidup dalam menghadapi krisis ini. Beternak ayam sayur adalah suatu usaha wiraswasta yang dilakukan untuk membantu meningkatkan penghasilan keluarga. Dari hasil observasi, wawancara, dan study kepustakaan yang diperoleh oleh penulis sebagai sumber data, maka dapat diambil beberapa tujuan daripada beternak ayam sayur yaitu sebagai berikut :
1)      Untuk belajar menjadi seorang wiraswasta
2)      Mencari pekerjaan sampingan untuk meningkatkan penghasilan keluarga
3)      Dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat
C.     Peranan beternak ayam sayur dalam upaya meningkatkan penghasilan keluarga
Seperti yang telah dikemukakan di awal bab ini bahwa suatu pekerjaan yang benar – benar dipelajari dan dikembangkan akan memperoleh keuntungan, begitu halnya dengan beternak ayam sayur. Jika kita mau mempelajarinya dan mencoba untuk mengembangkannya maka hal ini mempunyai peranan yang bermanfaat yaitu untuk mengingkatkan penghasilan keluarga.
Dalam pengerjaan beternak ayam sayur juga tidak terlalu sulit, tidak terlalu banyak waktu dan juga tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Kita bisa melaksanakannya dengan santai tanpa kita harus terlalu sibuk sehingga mengganggu aktifitas yang rutin atau pekerjaan pokok kita.
Oleh karena itu, maka beternak ayam sayur mempunyai peranan yang sangat baik dan bermanfaat bagi kita, diantaranya adalah sebagai berikut :
1)      Dapat meningkatkan penghasilan keluarga
2)      Dapat memanfaatkan waktu luang
3)      Dapat melatih kita menjadi seorang wiraswasta
4)      Dan lain sebagainya
BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Setelah mengadakan penelitian, maka di sini penulis dapat menarik kesimpulan, diantaranya adalah :
1)      Pemeliharaan ayam sayur tidak dapat dilakukan sembarangan. Kita harus mempelajarinya terlebih dahulu tentang tata cara bagaimana beternak ayam sayur yang baik, agar nanti tidak sia – sia dan dapat menghasilkan keuntungan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
2)      Beternak ayam sayur adalah suatu usaha wiraswasta yang dilakukan untuk meningkatkan penghasilan keluarga dengan memanfaatkan waktu luang dari kegiatan rutin dan poko kita. Apalagi sekarang ini Negara kita sedang dilanda krisis yang mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi. Maka beternak ayam sayur merupakan salah satu alternatip yang baik untuk dapat mengatasi masalah ekonomi keluarga khususnya dan masyarakat umumnya.
3)      Peranan beternak ayam sayur bagi masyarakat sangat baik karena dengan beternak ayam sayur berarti telah melatih masyarakat mampu mejadi seorang wiraswasta. Apalagi dengan kondisi Negara kita yang saat ini sedang dilanda krisis, maka kita dituntut harus mampu menemukan jalan keluarnya yang baik dan menguntungkan agar dapat keluar dan mengatasi masalah perekonomian keluarga khususnya dan masyarakat umumnya. Dengan beternak ayam sayur ini berarti masyarakat mempunyai kesempatan untuk belajar menjadi seorang wiraswasta.
B.     Saran
Adapun saran – saran yang ingin penulis sampaikan adalah sebagai berikut :
1)      Dalam mengembangkan usaha ayam sayur ini agar nantinya tidak sia – sia dan memperoleh hasil seperti yang kita harapkan, maka terlebih dahulu kita harus mempelajari bagaimana cara memelihara ayam sayur yang baik. Kita bisa mencari keterangannya dengan cara mencari buku – buku tentang bagaimana cara – cara memelihara ayam sayur yang baik atau kita bisa belajar pada orang lain yang telah berhasil. Dengan begitu insyaAllah kita akan mendapatkan hasil seperti apa yang kita harapkan.
2)      Diantara sesama peternak ayam sayur diharapkan dapat menjalin hubungan kerjasama yang baik, agar diantara sesama peternak ayam sayur dapat saling menukar pengalaman dan mengetahui tentang kekurangan – kekurangan atau kelebihan – kelebihan dari masing – masing peternak ayam sayur tersebut.
DAPTAR PUSTAKA


1.      Dinamika, Yayasan Pendidikan 1990, Usaha Berwiraswasta I
2.      Hanafi, Zulfida Imam, S.Pt ,ddk 1990, Penanganan Hasil dan Limbah Ternak Unggas Jakarta : CV. AMISSCO
3.      Arnett, Ross H. 1981 , Jr. and Richard L. Jacques , Jr. Guede to Insects New York : Simon and Schuster

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus